Kalo’ baca buku psikologi tiap orang punya beribu topeng yang dia pake untuk tiap keadaan berbeda. Topeng-topeng yang baik sengaja atopun enggak, kita pake’ buat hidup bermasyarakat, nyesuain diri ama tiap orang dan tiap lingkungan yang beda. Karena semua orang membutuhkan aktualisasi diri dan penerimaan dari lingkungannya.
Tapi kadang-kadang topeng yang kita kenakan ini membuat kita lelah. Dan saya gag munafik, saya sering ngerasa seperti itu.
topeng ini menurut saya bukan sebuah bentuk kemunafikan, siapapun berhak diterima dalam lingkungannya, dan siapapun berhak membentuk karakter seperti apa yang dia inginkan agar bisa diterima. Walaupun semua kembali ke diri masing-masing, tapi setau saya gag pernah ada orang yang sikapnya benar-benar sama dari satu orang ke orang lain.
Contoh aja, sika kita ke sesama teman pasti beda ama ke orang tua. Bentuk sopan santun yang kita tunjukkan itu bukannya sebuah topeng juga? Topeng kepribadian, topeng yang membuat kita diterima d masyarakat, topeng yang menunjukkan akhlak budi kita.
Berarti emang bener ya lagu yang bilang dunia ini pandung sandiwara. Manusia yang ngisinya aja semua pake’ topeng, dan memerankan peran yang berbeda ditiap situasinya.
Topeng!
Advertisement